Yudai Okimoto, pemain kelima yang menonjol dari kelompok angkatan Alwi Farhan

3 Agustus 2026(diperbarui 29 Agustus 2026)
Yudai Okimoto, pemain kelima yang menonjol dari kelompok angkatan Alwi Farhan

Berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan Jonatan Christie di final Taipei Open 2026 yang digelar di Taipei Arena, Taiwan, pada Minggu, 2 Agustus 2026. Pemain asal Jepang berusia 21 tahun ini mengalahkan Yoo Tae-bin dari Korea Selatan dengan skor 21-19 dan 21-12 di pertandingan final.

Usai pertandingan, sebagaimana dilaporkan oleh BolaSport.com yang mengutip BWF Badminton, Okimoto berkomentar bahwa ini merupakan gelar Super 300 keduanya. Pencapaian ini menandai trofi keduanya di level Super 300, tingkatan terendah dalam rangkaian World Tour bulu tangkis dunia. Sebelumnya, ia meraih gelar pertamanya di Canada Open yang berlangsung pada akhir Juni—hanya berselang empat minggu sebelumnya.

Sebagai anggota skuad nasional U-24 Jepang, Okimoto merupakan bagian dari kelompok pemain yang juga mencakup Alex Lanier (Prancis), Ayush Shetty (India), Hu Zhe An (Tiongkok), dan Alwi Farhan (india). Kelima pemain yang berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia Junior 2023 tersebut kini telah memenangkan setidaknya satu gelar di BWF World Tour.

Okimoto adalah pemain terakhir dari kelompok ini yang mencapai tonggak sejarah tersebut. Menariknya, pada Kejuaraan Dunia Junior 2023, ia justru menjadi pemain pertama yang tersingkir, yakni di babak perempat final. Kini ia bermain dengan keyakinan yang lebih besar, sembari terus berproses untuk meningkatkan kualitas dirinya. Setiap kekalahan di fase awal ketika bertemu pemain top menjadi pelajaran penting bagi Okimoto.

Ia menggunakan pengalaman menghadapi dua pemain elite tersebut sebagai modal untuk meningkatkan kualitas permainan, meski sebelumnya harus mengalami kekalahan. Jonatan sendiri menggambarkan Okimoto sebagai pemain yang sulit untuk ditaklukkan. Jojo, yang berhasil memenangkan pertandingan setelah sempat kehilangan gim kedua, menilai bahwa Okimoto adalah pemain yang ulet dan sabar—karakteristik yang sering terlihat pada pemain-pemain asal Jepang.

 "Pada gim kedua, saat dia mulai bermain lebih sabar dan saya tertinggal cukup jauh, saya berusaha menghemat tenaga untuk bersiap menghadapi gim ketiga yang menentukan," ujar Jojo. "Saya berusaha mendapatkan feel pukulan smash yang tepat di gim kedua sebagai bekal untuk menghadapi akhir pertandingan di gim ketiga. Untungnya, strategi itu berhasil."

Okimoto membawa pengalaman tersebut ke pertandingan semifinal melawan Chou Tien Chen dari Taiwan di ajang Taipei Open.Ia menggagalkan upaya Chou untuk meraih gelar juara secara beruntun di China Open dan Taipei Open, dengan mengalahkannya lewat skor 15-21, 21-15, dan 22-20.

Okimoto mengatakan bahwa ia kini lebih terbiasa dengan gaya dan ritme permainan para pemain papan atas setelah bertanding melawan mereka. Ia menambahkan bahwa hal tersebut membantunya tampil apik, terutama karena sebelumnya ia pernah kalah dari Alwi di final Kejuaraan Beregu Junior Asia 2023.

Artikel Terkait

Yudai Okimoto, pemain kelima yang menonjol dari kelompok angkatan Alwi Farhan