Victor Wembanyama mengikuti jejak Jalen Brunson dengan memilih untuk tidak mengambil potensi pendapatan sekitar $50 juta.

Keputusan ini memberikan ruang lebih luas bagi San Antonio Spurs untuk membangun tim yang mampu bersaing memperebutkan gelar juara.Dengan langkah ini, tim memiliki fleksibilitas lebih besar untuk mempertahankan pemain kunci, memanfaatkan pengecualian yang tersedia, melakukan pertukaran pemain, serta menghindari batasan yang terkait dengan ambang batas gaji pertama dan kedua NBA.
Wembanyama akan menjalani tahun terakhir kontrak-nya, yang memberinya bayaran sekitar $16,9 juta pada musim 2026–2027.Namun, ia dilaporkan telah menyepakati kontrak maksimum berdurasi lima tahun senilai $252 juta, yang mencakup opsi untuk bermain satu musim tambahan. Kesepakatan baru ini dijadwalkan mulai berlaku pada musim 2027–2028 dan berpotensi membuat Wembanyama tetap bersama Spurs hingga musim 2031–2032.
Karena angka batas gaji di masa depan belum ditetapkan, angka-angka ini merupakan perkiraan.Total nilai proyeksi kontrak tersebut adalah sekitar $252 juta untuk lima musim. Spurs diperkirakan akan menyertakan klausul dalam kontrak yang dapat meningkatkan gaji awal Wembanyama dari 25% menjadi 30% dari batas gaji tim.
Mekanisme penyesuaian ini dapat aktif jika Wembanyama kembali meraih penghargaan All-NBA, memenangkan gelar MVP musim 2026–2027, atau kembali memenangkan penghargaan Defensive Player of the Year pada musim mendatang.Jika ia memenuhi salah satu dari kondisi tersebut, nilai kontraknya bisa meningkat menjadi sekitar $303 juta, dengan gaji awal sekitar $52,2 juta, bukan $43,5 juta.
Pilihan ini memberikan keuntungan signifikan bagi Spurs dalam mempertahankan inti skuad muda mereka sekaligus menambah pemain pendukung. Menurut, mempertahankan gaji Wembanyama di angka 25% dari batas gaji memungkinkan Spurs untuk menggunakan pada musim panas 2027 sembari tetap berada di bawah batas gaji pertama. Di sisi lain, jika gaji Wembanyama naik hingga mencapai 30% dari batas gaji (*salary cap*), Spurs akan lebih sulit mempertahankan susunan pemain mereka saat ini tanpa harus melepas beberapa pemain rotasi.
Perbedaan ini mungkin menjadi semakin krusial pada musim 2029–2030. Pemain seperti Stephon Castle dan Dylan Harper pada akhirnya akan membutuhkan perpanjangan kontrak bernilai besar, sementara Devin Vassell, Carter Bryant, dan Julian Champagnie mungkin juga memerlukan kesepakatan baru.
Di saat yang sama, De'Aaron Fox diperkirakan akan menerima bayaran sekitar $62 juta pada musim tersebut. Fleksibilitas ini bisa menjadi kunci dalam menentukan apakah Spurs akan mempertahankan pemain-pemain penting atau pada akhirnya memiliki tim yang mampu bersaing memperebutkan gelar juara.


