Tim Nasional Bola Voli Putri Indonesia menargetkan posisi enam besar di Kejuaraan Kontinental Bola Voli Putri AVC 2026 yang akan diselenggarakan di Tiongkok

Nobarsport.com - Kompetisi ini merupakan tantangan besar bagi tim, karena mereka akan bertanding mulai 22 Agustus 2026.
Jalan menuju tujuan ini akan sulit, karena tim ditempatkan di Grup B bersama Kazakhstan, Thailand, dan Australia.
Imam Sudjarwo, Ketua Ikatan Bola Voli Indonesia (PBVSI), mengakui bahwa semua lawan tersebut mampu memberikan penampilan yang kuat dan menekankan perlunya persiapan yang matang.
Meskipun menghadapi tantangan, Imam tetap berharap Tim Nasional Bola Voli Putri Indonesia dapat mencapai tujuan awal ini.
Bahkan, ia mengungkapkan keinginan agar para pemain tampil lebih baik dari yang diharapkan dan melampaui target.
Imam menyampaikan pesan ini dalam sesi pengarahan yang diadakan di Padepokan Bola Voli Kunarto Kepolisian Umum di Sentul, di mana ia berbicara kepada para pemain, pelatih, dan official.
Kami menghadapi lawan yang kuat, jadi semoga kami dapat mencapai target dan meningkatkan performa lebih jauh lagi.”
Target ini sangat penting secara strategis untuk pengembangan jangka panjang tim dalam kompetisi internasional.
Kejuaraan Kontinental AVC 2026 memiliki bobot 40 poin, lebih besar dari 30 poin yang diberikan untuk Piala AVC Wanita.
Imam mendorong para pemain untuk mengambil inspirasi dari semangat perjuangan kemerdekaan, yang menurutnya dapat menjadi motivator yang kuat selama mereka berada di Tiongkok.
Peringatan 81 tahun Kemerdekaan Indonesia yang akan datang diharapkan dapat memperkuat tekad tim untuk berjuang keras dan tetap bersatu sepanjang kompetisi.
Imam menekankan bahwa sejarah perjuangan negara menunjukkan pentingnya pengorbanan dan persatuan dalam mencapai tujuan besar.
Ia percaya bahwa nilai-nilai yang sama harus tercermin dalam pendekatan tim terhadap kompetisi melalui keberanian, solidaritas, dan keyakinan untuk tidak pernah menyerah hingga peluit akhir berbunyi.
Namun, ia juga menekankan bahwa keterampilan teknis dan kondisi fisik saja tidak cukup untuk sukses melawan persaingan yang ketat.
Sikap mental yang kuat, kekompakan tim, dan visi bersama di antara para pemain, pelatih, dan ofisial sama pentingnya.
Imam belum puas dengan hanya finis di enam besar.
Ia percaya tim tersebut memiliki potensi untuk mencapai hasil yang lebih baik lagi, seperti posisi tiga besar, yang berpotensi meloloskan Indonesia ke kejuaraan dunia. Ia mengutip keberhasilan tim nasional voli putra di Piala AVC 2026 sebagai contoh. Awalnya hanya menargetkan tempat semifinal, tim putra kemudian memenangkan turnamen tersebut.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa jika tim menjaga kebugaran, kekuatan mental, persatuan, dan rasa kebersamaan yang kuat, mereka dapat mencapai tujuan mereka.
Oleh karena itu, Tim Nasional Voli Putri Indonesia diharapkan mendekati setiap pertandingan dengan percaya diri dan berusaha untuk memberikan penampilan terbaik mereka untuk mewakili bangsa di tingkat tertinggi.


