Terungkap! 3 Hal yang Membuat Rodri Jatuh Hati pada Barcelona ketimbang Madrid

Barcelona kini menjadi kandidat utama untuk merekrut Rodri setelah pembicaraan antara gelandang Manchester City tersebut dan Real Madrid berakhir tanpa hasil. Sebagaimana dilaporkan oleh Sport, ada tiga poin kekhawatiran utama yang dikemukakan Rodri yang berperan penting dalam keputusannya.
Sepanjang musim panas, Rodri sempat dipandang sebagai calon target transfer Real Madrid, bahkan muncul laporan yang menyebutkan bahwa kesepakatan pribadi telah tercapai. Namun, spekulasi mengenai kepindahannya ke Santiago Bernabéu mereda akibat kebuntuan dalam negosiasi, yang kemudian membuka jalan bagi Barcelona untuk masuk dalam perburuan.
Menurut Ramon Alvarez, sebagaimana dilaporkan oleh Sport pada Rabu, 12 Agustus 2026, proses ini bermula setelah Piala Dunia 2026 dan berlanjut pada pertemuan resmi yang dihadiri oleh perwakilan Real Madrid.
Tiga Keraguan Rodri terhadap Real Madrid
Alvarez menyebutkan bahwa komunikasi dimulai tepat setelah turnamen besar tersebut dan berakhir dengan pertemuan tatap muka yang melibatkan seorang pejabat senior Madrid.
"Setelah Piala Dunia, ada kontak dengan sang pemain.
Kemudian, pertemuan berlangsung dengan Jose Angel Sanchez, yang mewakili Madrid, dan Rodri hadir secara langsung," ujar Ramon Alvarez, sebagaimana dilaporkan oleh Sport pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Rodri dikabarkan tidak menutup kemungkinan untuk pindah ke Madrid, namun ia mengemukakan beberapa poin penting terkait masa depannya.
"Dalam pertemuan itu, Rodri terbuka untuk bergabung dengan Madrid, tetapi ia menyampaikan tiga kekhawatiran yang pada akhirnya bisa menjadi faktor penentu," kata Ramon Alvarez.
Dua kekhawatiran pertama berkaitan dengan lambatnya langkah Madrid dalam upaya merekrutnya serta munculnya informasi yang tampak bertentangan dengan minat klub terhadap dirinya.
"Kekhawatiran pertama dan kedua adalah bahwa mereka terlalu lama dalam upaya merekrutnya. Selain itu, terlalu banyak informasi bocor yang mengindikasikan bahwa Florentino Perez tidak menginginkannya," jelas Ramon Alvarez.


