Rivalitas Alwi Farhan vs Alex Lanier Berlanjut dalam Tantangan "Nuansa Eiffel" di Japan Open 2026

Japan Open 2026 merupakan turnamen pertama Alwi Farhan sejak ia menjuarai Australian Open 2026 pada 14 Juni lalu.Kemenangan tersebut—yang menjadi gelar keduanya di level Super 500—telah membantunya naik ke peringkat 10 besar dunia.
Pepatah menyebutkan bahwa semakin tinggi kita melangkah, semakin kuat rintangan yang datang. Hal itu kini dirasakan Alwi usai memasuki jajaran pemain elite.Di Japan Open 2026, pemain berusia 21 tahun ini akan menghadapi jalan terjal sejak awal turnamen.
Pada babak pertama ajang level Super 750 ini, Alwi akan berhadapan dengan Kenta Nishimoto, pemain veteran dari tuan rumah.
Alwi belum pernah mengalahkan Nishimoto—juara Japan Open 2022—dan selalu kalah dalam dua pertemuan mereka tahun lalu, termasuk dalam pertandingan sengit yang berlangsung tiga gim.
Jika berhasil mengalahkan Nishimoto, Alwi berpeluang bertemu pemain unggulan di babak kedua.Pemain unggulan pertama yang mungkin dihadapinya adalah Alex Lanier, rival seusianya yang belakangan ini kerap menyulitkan langkah Alwi.
Setelah sempat saling mengalahkan hingga tahun lalu, Alwi kini kesulitan menghadapi Lanier; ia gagal memenangkan satu pun dari tiga pertemuan mereka tahun ini.
Pertemuan terakhir mereka di Singapore Open berakhir dengan Lanier menghentikan laju impresif Alwi, yang saat itu sempat menembus semifinal Super 750 pertamanya usai mengalahkan Shi Yu Qi dari Tiongkok.
Lanier sendiri telah mengoleksi dua gelar Super 750: Singapore Open pada Mei lalu dan Japan Open 2024. Pemain asal Prancis ini memiliki rekam jejak apik di Japan Open, dengan gelar juara pada 2024 dan posisi runner-up pada 2025.
Di sisi lain, Alwi juga bertekad untuk memperbaiki catatan prestasinya.Setelah sukses meraih gelar di level Super 100, Super 300, dan Super 500, pemain asal Surakarta ini kini membidik pencapaian yang lebih tinggi. "Saya tentu ingin memenangkan turnamen Super 750 dan Super 1000," ujar Alwi kepada awak media, termasuk BolaSport.com, di pelatnas Cipayung, Jakarta, pada Rabu (17/6/2026).
"Itu karena saya belum berhasil meraih gelar di level tersebut."
"Tidak perlu membandingkan saya dengan pemain seusia saya, karena setiap orang memiliki perjalanan uniknya masing-masing," tambahnya—sebuah pernyataan yang secara tersirat merujuk pada pencapaian Lanier.
"Menurut saya, penampilan saya di ajang BWF World Tour sudah cukup konsisten, dan saya ingin mempertahankan performa itu."


