Pelatih Indonesia Berkarier di Luar Negeri: Paulus Firman Dukung Keputusan Herry IP Memisahkan Pasangan Ganda Malaysia

7 Juli 2026(diperbarui 29 Agustus 2026)
Pelatih Indonesia Berkarier di Luar Negeri: Paulus Firman Dukung Keputusan Herry IP Memisahkan Pasangan Ganda Malaysia

Paulus Firman, yang menangani sektor ganda tim bulu tangkis Singapura, sepenuhnya mendukung keputusan yang diambil oleh Herry IP.Herry IP telah memutuskan untuk memisahkan pasangan ganda putra Malaysia, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik.Langkah ini diambil sebagai upaya mencoba pendekatan baru sekaligus langkah strategis demi meraih medali emas di Olimpiade Los Angeles 2028.

"Menurut saya, ini adalah langkah yang tepat," ujar Paulus, yang saat ini berada di Kuala Lumpur bersama tim Singapura untuk menjalani sesi latihan selama sepekan di Academy Badminton Malaysia (ABM).

"Hasilnya masih harus ditunggu, tetapi tanpa usaha untuk mencoba, kita tidak akan pernah mengetahui apakah itu berhasil atau tidak."

"Persaingan bulu tangkis semakin ketat dari tahun ke tahun. Terkadang Anda perlu mencoba sesuatu yang berbeda untuk menemukan kombinasi terbaik."

"Itulah alasan di balik perubahan ini," kata Paulus Firman.

Paulus Firman sebelumnya pernah melatih tim ganda Malaysia pada periode 2018 hingga 2022.Kali ini, tim bulu tangkis Singapura sedang menjalani sesi latihan bersama tim Malaysia.Selain Chia dan Soh, pasangan ganda putra Malaysia lainnya, Man Wei Chong dan Kai Wun Tee, juga telah dipisahkan.

Sebagai bagian dari perombakan ini, Aaron Chia akan dipasangkan dengan pemain muda Aaron Tai, sementara Soh Wooi Yik akan berduet dengan Man Wei Chong.

Sementara itu, Tee Kai Wun akan bermain bersama Yap Roy King, dan Wan Arif Junaidi akan dipasangkan dengan Kang Khai Xing, seiring upaya tim pelatih mencari kombinasi terbaik menjelang Olimpiade Los Angeles 2028.

Perombakan ini menjadi topik hangat di kalangan komunitas bulu tangkis; Direktur Kepelatihan Sektor Ganda Rexy Mainaky dan Herry sama-sama menyatakan bahwa langkah tersebut bertujuan menemukan pasangan terbaik bagi Malaysia dalam siklus Olimpiade Los Angeles.

Paulus menilai langkah ini menunjukkan keterbukaan tim pelatih dalam menjajaki segala kemungkinan.

"Ia menyampaikan bahwa setiap pelatih perlu mengenali kekuatan setiap pemain secara individu. “Anda harus melihat bagaimana kemampuan mereka saling melengkapi. Ini bukan sekadar soal menyatukan para pemain.”

“Anda juga perlu mempertimbangkan kepribadian mereka dan seberapa baik mereka bisa akur sebelum memutuskan apakah kerja sama tersebut akan berhasil.”

Artikel Terkait

Pelatih Indonesia Berkarier di Luar Negeri: Paulus Firman Dukung Keputusan Herry IP Memisahkan Pasangan Ganda Malaysia