Mengapa Penalti Spanyol Tidak Dianulir pada Duel Semifinal Piala Dunia 2026?

15 Juli 2026(diperbarui 29 Agustus 2026)
Menguak Alasan Penalti Spanyol Tetap Berlaku saat Singkirkan Prancis

Pelanggaran yang dilakukan Lucas Digne terhadap Lamine Yamal menjadi awal petaka bagi Prancis dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas pada Rabu dini hari (WIB). Digne tidak menyadari pergerakan Yamal yang muncul dari titik buta (*blind spot*) pandangannya. Saat berusaha membuang bola, ia secara tidak sengaja menendang pemain Barcelona tersebut hingga terjatuh ke tanah.


Wasit Ivan Barton asal El Salvador menunjuk titik penalti. Digne tidak melayangkan protes, namun protes justru datang dari pinggir lapangan, terutama dari pelatih Didier Deschamps dan kapten Kylian Mbappe. Mereka berpendapat penalti seharusnya dibatalkan karena Yamal sempat mengontrol bola menggunakan lengan atasnya sebelum ditekel oleh Digne.


Akan tetapi, baik Barton maupun Video Assistant Referee (VAR) tidak menemukan adanya kesalahan yang perlu dikoreksi. Tayangan ulang memperlihatkan posisi lengan Yamal berada dekat dengan dadanya, sehingga tidak membuat postur tubuhnya tampak lebih besar dari ukuran aslinya. Hal ini diatur dalam Law 12 (Aturan 12) dari IFAB, badan internasional yang menetapkan aturan permainan sepak bola.







Pedro Porro Sempurnakan Keunggulan Prancis


Mikel Oyarzabal mengambil eksekusi penalti dan membawa Spanyol unggul pada menit ke-22, keunggulan yang mereka pertahankan hingga turun minum. Prancis, yang sebelumnya belum pernah tertinggal selama Piala Dunia 2026, berusaha bangkit. Pelatih Didier Deschamps memasukkan Manu Kone dan Desire Doue untuk mengubah jalannya pertandingan.


Namun, Spanyol justru memperlebar keunggulan mereka. Setelah melakukan kombinasi operan dan pergerakan dengan Dani Olmo, Pedro Porro berhasil menaklukkan kiper Mike Maignan pada menit ke-58. Lamine Yamal sempat mengira ia telah mencetak gol ketiga bagi Spanyol, namun gol tersebut dianulir karena offside, sebuah situasi yang melegakan bagi Prancis.


Kylian Mbappe kemudian memimpin upaya kebangkitan Prancis. Ia mengancam gawang yang dijaga Unai Simon pada menit ke-63—yang menjadi tembakan tepat sasaran pertama Prancis ke gawang Spanyol—namun upayanya diblok oleh Marc Cucurella, sehingga bola melenceng tipis.


Sayangnya, momentum Prancis mulai melambat.

Waktu pertandingan habis, dan Kylian Mbappe, yang tidak mampu mengendalikan emosinya, diganjar kartu kuning.


Tags:##pialadunia2026##sportbook #Djokovic#sporbook,championship#ufc

Artikel Terkait

Mengapa Penalti Spanyol Tidak Dianulir pada Duel Semifinal Piala Dunia 2026?