Kisah Pilu Pearly Tan: Pebulu Tangkis Cantik Malaysia yang Menghadapi Penurunan Performa Pasca-Cedera

15 Juli 2026(diperbarui 29 Agustus 2026)
Kisah Pilu Pearly Tan: Pebulu Tangkis Cantik Malaysia yang Menghadapi Penurunan Performa Pasca-Cedera

Sebuah kabar mengejutkan datang dari ajang Japan Open 2026, di mana pasangan ganda putri andalan Malaysia, Pearly Tan dan M. Thinaah, harus tersingkir lebih awal. Pasangan yang menempati peringkat lima dunia ini secara tak terduga kalah di babak pertama turnamen level Super 750 tersebut.

Pearly dan Thinaah memulai pertandingan dengan penuh percaya diri, namun akhirnya takluk di tangan pasangan Taiwan, Hsu Yin-Hui dan Lin Jhih Yun. Pertandingan berlangsung sengit selama tiga gim dengan skor akhir 9-21, 21-17, 21-17 di Tokyo, Jepang, pada Selasa, 14 Juli 2026.

Hasil ini menjadi pukulan berat, mengingat ini adalah kekalahan pertama mereka dari lawan tersebut setelah selalu menang dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya. Kekalahan ini juga menandai tersingkirnya mereka di babak paling awal sejak Kejuaraan Asia pada bulan April tahun lalu.

1.Trauma Cedera

Tersingkirnya mereka lebih awal ini memicu kekhawatiran serius mengenai penurunan performa belakangan ini, terutama mengingat mereka sebelumnya pernah menduduki peringkat dua dunia. Performa mereka menurun drastis sejak April tahun ini dibandingkan dengan penampilan gemilang mereka pada musim lalu.

Pearly Tan mengakui bahwa kini ia lebih berhati-hati saat berada di lapangan. Perubahan sikap ini disebabkan oleh riwayat cedera punggung, khususnya cedera yang dialaminya saat Kejuaraan Asia yang membuatnya harus absen selama dua bulan.

"Saya ingin bermain lebih aman di awal pertandingan karena saya sadar kondisi fisik saya lebih rentan. Saya sempat mengalami beberapa cedera belakangan ini," ujar Pearly Tan dalam wawancara seusai pertandingan dengan BWF.

"Bagi saya, menjaga kondisi kesehatan adalah prioritas terbesar saat ini. Saya hanya berusaha mengembalikan momentum, menikmati setiap pertandingan, dan memberikan yang terbaik, terlepas dari apakah saya menang atau kalah," tambahnya.

2.Hilangnya Ketenangan di Poin-Poin Kritis

Menilik kembali pertandingan melawan pasangan Taiwan tersebut, Pearly menyebut kurangnya ketenangan—bukan masalah taktis—sebagai penyebab kekalahan mereka. Mereka kerap terburu-buru dalam menyelesaikan poin di saat-saat krusial, yang berujung pada kesalahan sendiri . "Di poin-poin penentuan, kami ingin segera mengakhiri reli dan akhirnya membuat kesalahan yang tidak semestinya," ungkap Pearly.

M.Thinaah sependapat dan mengakui keberhasilan lawan membalikkan keadaan setelah gim pertama yang sengit. Kegagalan mempertahankan posisi di Tokyo ini kini mengancam peringkat dunia mereka menjelang China Open dan Kejuaraan Dunia di New Delhi pada akhir Agustus mendatang.

Artikel Terkait

Kisah Pilu Pearly Tan: Pebulu Tangkis Cantik Malaysia yang Menghadapi Penurunan Performa Pasca-Cedera