Kejuaraan AFF 2026: Indonesia Harus Waspada karena Kamboja Mengalami Peningkatan di Bawah Pengaruh Sepak Bola Jepang

26 Juli 2026(diperbarui 29 Agustus 2026)
Kejuaraan AFF 2026: Indonesia Harus Waspada karena Kamboja Mengalami Peningkatan di Bawah Pengaruh Sepak Bola Jepang

Tim nasional Kamboja akan menjadi lawan pertama Indonesia di Grup A Kejuaraan AFF 2026. Kedua tim dijadwalkan bertanding di Stadion Pakansari, Bogor, pada Senin (27 Juli 2026) malam. Meskipun ini merupakan laga pembuka turnamen bagi Indonesia, Kamboja baru saja menelan kekalahan kandang 1-2 dari Singapura tiga hari yang lalu.

Skuad Kamboja merupakan tim yang menarik perhatian karena mereka telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Gaya permainan mereka sangat dipengaruhi oleh sepak bola Jepang, terutama di bawah kepemimpinan Koji Gyotoku, yang telah melatih tim tersebut selama dua tahun terakhir.

Gyotoku mengawali kariernya bersama klub Jepang Shimizu S-Pulse, dengan memegang berbagai peran dari tahun 2003 hingga 2008. Ia kemudian melatih tim nasional Bhutan dari tahun 2008 hingga 2010 sebelum pindah ke klub lokal Omiya Ardija (2010–2011) dan FC Gifu (2012–2013). Selanjutnya, ia bekerja dengan tim nasional Nepal (2016–2018) sebelum berfokus mengembangkan sepak bola Kamboja.

Ia ditunjuk sebagai pelatih tim muda pada tahun 2019, dimulai dengan skuad U-21. Selama beberapa tahun berikutnya, ia juga menangani tim U-17 dan U-23. Kariernya melangkah maju secara signifikan pada tahun 2024 ketika ia menjadi pelatih sementara tim nasional senior Kamboja, posisi yang terus ia pegang hingga tahun 2025. Tim nasional Kamboja kini diperkuat oleh beberapa pemain naturalisasi, termasuk pemain yang berasal dari Jepang.

Yang patut dicatat, terdapat tiga pemain keturunan Jepang dalam skuad saat ini. Yudai Ogawa adalah gelandang kunci yang secara rutin bermain untuk "Angkor Warriors." Hikaru Mizuno, yang juga berposisi sebagai gelandang, resmi menjadi warga negara Kamboja untuk memperkuat lini tengah tim. Takaki Ose, seorang gelandang berpengalaman, sebelumnya bermain di liga domestik Kamboja sebelum bergabung dengan tim nasional. Pemain naturalisasi lainnya meliputi Alisher Mirzaev (Uzbekistan), Iago Bento (Brasil), dan Abdel Kader Coulibaly (Pantai Gading).

Dalam konferensi pers menjelang pertandingan melawan Indonesia, pelatih kepala Kamboja, Koji Gyotoku, menjawab pertanyaan mengenai perkembangan tim. Ia menekankan bagaimana budaya sepak bola Jepang berperan besar dalam membentuk kemajuan tim nasional Kamboja.

Pengaruh sepak bola Jepang ini bermula dari sosok Keisuke Honda, mantan pemain timnas Jepang yang pernah menjabat sebagai manajer umum atau pelatih kepala tim dengan tujuan mengubah gaya bermain dan pola pikir mereka. Kini, Gyotoku telah mengambil alih tanggung jawab tersebut untuk melanjutkan transformasi ini.

Tags:##pialadunia2026#sporbook,championship#ufc

Artikel Terkait

Kejuaraan AFF 2026: Indonesia Harus Waspada karena Kamboja Mengalami Peningkatan di Bawah Pengaruh Sepak Bola Jepang