Hanya dalam waktu 10 bulan, Mark Walter tiba-tiba menjual Los Angeles Lakers.

Perubahan kepemilikan ini terjadi tak lama setelah Walter disetujui oleh Dewan Gubernur NBA pada Juni 2025. Lakers kini telah terjual dengan harga $12,5 miliar—lebih dari Rp200 triliun—memecahkan rekor harga tertinggi yang pernah dibayarkan untuk sebuah tim NBA.
Pengusaha Josh Kushner dan mantan CEO Disney, Bob Iger, diyakini sebagai pihak yang membeli tim tersebut. Ini bukanlah keputusan mendadak; baik Kushner maupun Iger sebelumnya sempat dipertimbangkan dalam rencana pembentukan tim NBA baru di Las Vegas.
Dengan mengakuisisi Lakers, Kushner dan Iger tidak perlu melewati proses panjang menunggu peluncuran waralaba (franchise) baru. Sebaliknya, mereka langsung mengambil alih kepemilikan salah satu tim paling terkenal dan memiliki banyak penggemar di liga tersebut. Walter menjadi pemilik mayoritas Lakers pada Oktober 2025, mengambil alih dari keluarga Buss saat tim tersebut bernilai $10 miliar.
Hasilnya, ia meraup keuntungan sebesar $2,5 miliar—lebih dari Rp42 triliun—dalam waktu kurang dari setahun. Hal yang mencolok bukan hanya tingginya nilai valuasi tim, melainkan juga kecepatan keputusan Walter untuk menjualnya.
Ia diumumkan sebagai pembeli pada Juni 2025, dan kesepakatan tersebut disetujui oleh Dewan Gubernur NBA pada bulan Oktober. Namun, alasan pasti di balik penjualan tersebut belum diungkapkan secara resmi. Dalam sebuah pernyataan, Walter menyebut kepemilikan Lakers sebagai suatu kehormatan sekaligus investasi yang signifikan.
Sebelumnya, Walter telah menunjukkan komitmen kuat terhadap tim, melakukan perubahan besar dalam organisasi serta berinvestasi baik dari sisi bisnis maupun aspek olahraga klub. Tampaknya kecil kemungkinan bahwa menjual tim secepat itu merupakan bagian dari rencana awalnya. Muncul berbagai teori mengenai alasan Walter menjual tim tersebut, dengan beberapa pihak menduga adanya masalah bisnis yang tidak terkait dengan Lakers.
Laporan menyebutkan bahwa kerajaan bisnis Walter sedang dalam penyelidikan federal terkait hubungan antara perusahaan asuransinya dan bisnis afiliasi lainnya. Forbes juga melaporkan bahwa SEC dan jaksa federal Manhattan sedang menyelidiki kepemilikan kredit swasta yang terkait dengan dua perusahaan asuransi yang dikendalikan oleh Walter. Kendati demikian, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa penyelidikan tersebut secara langsung memicu penjualan Lakers.


