Gagal Rekrut Emil Audero, Juventus Kini Mengincar Kamil Grabara

Juventus dikabarkan hampir merampungkan kesepakatan untuk mendatangkan kiper internasional Polandia, Kamil Grabara. Pemain berusia 27 tahun itu akan berperan sebagai kiper pilihan kedua, menjadi pelapis bagi Guglielmo Vicario yang baru saja direkrut. Langkah ini merupakan bagian dari perombakan besar-besaran sektor penjaga gawang klub Italia tersebut sebagai persiapan menghadapi musim 2026/2027.
Perubahan ini tidak sekadar soal pergantian pemain di bawah mistar gawang; hal ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang klub untuk menjaga kualitas dan keandalan posisi kiper secara konsisten.
Dengan dipastikannya Vicario sebagai kiper utama, mencari pelapis yang dapat diandalkan menjadi prioritas utama. Juventus telah belajar dari pengalaman masa lalu, di mana kurangnya kedalaman skuad di posisi penjaga gawang terkadang menjadi masalah, terutama saat jadwal pertandingan padat di berbagai kompetisi. Sebelumnya, klub sempat berencana mendatangkan Emil Audero Mulyadi—kiper jebolan akademi yang memiliki darah Indonesia—namun rencana tersebut tidak terealisasi.
Juventus terus melakukan sejumlah perubahan pada komposisi penjaga gawang mereka untuk musim mendatang. Guglielmo Vicario telah bergabung dari Tottenham Hotspur untuk menempati posisi kiper utama tim. Bersamaan dengan kedatangan Vicario, beberapa kiper lain diperkirakan akan meninggalkan klub. Michele Di Gregorio dikabarkan akan bergabung dengan Bournemouth, sementara Mattia Perin akan pindah ke Palermo. Kepergian kedua kiper tersebut menciptakan kebutuhan mendesak akan kiper pelapis baru, posisi yang kini akan diisi oleh Kamil Grabara.
Kamil Grabara Jadi Kandidat Pilihan Juventus
Kamil Grabara, yang bergabung dengan Wolfsburg pada Juli 2024 dan terikat kontrak hingga 2028, telah menyetujui kepindahan ke Turin. Saat ini, perkiraan nilai pasarnya mencapai €12 juta.
Grabara dikenal memiliki refleks yang cepat, kemampuan distribusi bola yang mumpuni, serta pengalaman bermain di kompetisi Eropa. Meski tergolong muda untuk ukuran seorang penjaga gawang, ia telah menunjukkan kedewasaan dalam perannya sebagai kiper Wolfsburg.
Ia diharapkan tidak hanya berperan sebagai pelapis, tetapi juga sebagai pesaing yang akan memacu Vicario untuk tampil lebih baik. Kemampuannya beradaptasi dengan Serie A akan menjadi faktor penting, namun berbekal pengalamannya, ia diyakini mampu menyesuaikan diri dengan cepat di liga baru tersebut.


