Digelar di Bandung, 115 Atlet dari Enam Negara Siap Bersaing Diajang 2nd STIGA Table Tennis Asean Club Championship 2026

23 Agustus 2026(diperbarui 29 Agustus 2026)
Digelar di Bandung, 115 Atlet dari Enam Negara Siap Bersaing Diajang 2nd STIGA Table Tennis Asean Club Championship 2026

Sebanyak 115 atlet dari enam negara akan bertanding dalam ajang STIGA Table Tennis ASEAN Club Championship 2026 ke-2 yang diselenggarakan di Bandung. Para atlet tenis meja ini berasal dari enam negara Asia dan berkompetisi di Graha Sanusi, Universitas Padjadjaran, Bandung, mulai tanggal 11 hingga 13 Juni 2026. Turnamen antarklub yang bergengsi ini melambangkan kebangkitan tenis meja di tingkat akar rumput dengan mempertemukan klub-klub terbaik dari Asia Tenggara. Wijaya M. Noeradi, Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI), menegaskan bahwa klub merupakan fondasi utama bagi pembinaan atlet. Ia menyatakan bahwa kejuaraan antarklub seperti ini sangat penting untuk membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan serta memperkuat pembinaan dari tingkat dasar.

"Pada prinsipnya, kami sangat mendukung. Dalam struktur dan tata kelola olahraga, fondasi dari setiap cabang olahraga dalam gerakan Olimpiade adalah klub," ujar Wijaya usai upacara pembukaan acara tersebut. Wijaya menyatakan bahwa kegiatan ini layak mendapatkan dukungan penuh karena merupakan kompetisi antarklub yang melibatkan negara-negara ASEAN. Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Yon Mardiyono, menyebut turnamen ini sebagai inisiatif nyata dari komunitas tenis meja untuk memastikan keberlanjutan prestasi atlet di tengah berbagai dinamika organisasi olahraga. Ia juga menyoroti pentingnya penyelesaian dualisme kepemimpinan yang dianggap menghambat pembinaan dan performa atlet.

Sebanyak empat belas tim bertanding dalam kategori Mixed Open, mewakili Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Selain itu, kategori Beregu U-13 STIGA Cup diikuti oleh 11 tim dan menjadi wadah bagi pembinaan atlet muda. Kompetisi ini semakin dimeriahkan oleh kehadiran bintang asal Thailand, Orawan Paranang, serta sejumlah peraih medali SEA Games. Turnamen ini menggunakan format terbaru dari ITTF, dengan menerapkan sistem "Golden Point" saat kedudukan skor mencapai 10-10 untuk menentukan pemenang. Kejuaraan Klub Tenis Meja ASEAN STIGA ke-2 Tahun 2026 lebih dari sekadar kompetisi biasa. "Bagi kami, ini adalah sebuah 'Forum Tenis Meja'—gerakan akar rumput sejati yang menunjukkan bahwa, meskipun organisasi formal menghadapi berbagai perubahan dan tantangan, semangat dan denyut nadi tenis meja nasional tetap hidup dan terus berdetak kuat, didorong oleh kemandirian klub-klub kita," tegas Yon Mardiyono.

Fakta

Turnamen tahun ini menghadirkan 14 tim dalam kategori utama Mixed Open, yang berasal dari Filipina (UST Philippines), Thailand (Thonburi University), Vietnam (VietED Team, Hai Duong Team, Mobi - Hoang Chop - Win), Malaysia (Sukma Johor), dan Singapura (Xiaobaiqiu). 

Artikel Terkait

Digelar di Bandung, 115 Atlet dari Enam Negara Siap Bersaing Diajang 2nd STIGA Table Tennis Asean Club Championship 2026