Batal Reuni dengan LeBron: Donovan Mitchell Antusias Sambut Musim Baru

LeBron James tidak kembali ke Cleveland.Pencetak skor terbanyak sepanjang masa itu memutuskan untuk tetap bermain bersama Philadelphia 76ers. Hal ini tidak mengganggu Donovan Mitchell; sebaliknya, ia justru bersemangat memimpin Cavaliers memasuki musim baru.
Cavaliers adalah satu-satunya tim yang bertemu dengan LeBron untuk melakukan pembicaraan, namun para petinggi tim gagal meyakinkan "The King" untuk kembali ke Ohio. Pada akhirnya, LeBron memilih Sixers, tim yang kini diperkuat oleh Joel Embiid, Tyrese Maxey, dan Jaylen Brown.
LeBron merasa Cavaliers tidak memiliki jalan yang jelas untuk meraih gelar juara. Hal ini dikarenakan tim tersebut menukarkan Darius Garland demi mendapatkan James Harden dari Los Angeles Clippers pada batas waktu pertukaran pemain musim lalu. Meskipun gagal mendapatkan pemain sekaliber LeBron, laporan dari Brandon Robinson di The Good Shepard menyebutkan bahwa Mitchell tetap bersikap positif terhadap kekuatan Cavaliers saat ini.
"Saya berbicara dengan Donovan dua hari yang lalu. Dia sama sekali tidak terganggu oleh situasi tersebut. Menurut saya, Donovan Mitchell sangat termotivasi untuk menjalani musim yang hebat. Rumor-rumor itu tidak memengaruhinya," ujar Robinson.
Sebelumnya, Mitchell bersikap hati-hati saat ditanya mengenai kemungkinan LeBron kembali ke Cleveland, dengan menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan manajemen Cavaliers. Kini setelah situasi tersebut berakhir, Cavaliers fokus sepenuhnya untuk mempersiapkan diri menghadapi musim baru.
Mitchell diharapkan menjadi motor penggerak utama bagi tim asuhan Kenny Atkinson dalam upaya mereka kembali menjadi penantang serius gelar juara Wilayah Timur. Bagi Cavaliers, kegagalan membawa kembali LeBron merupakan kerugian besar di bursa transfer. Namun, dengan Mitchell yang kabarnya sangat termotivasi, tim berharap tetap menjadi kekuatan di Wilayah Timur tanpa harus bergantung pada kembalinya sang bintang.
Musim lalu tidak berjalan mulus bagi Cavaliers. Mereka mengakhiri musim reguler dengan rekor 52-30 sebagai unggulan keempat di Wilayah Timur. Perjalanan mereka di babak playoff pun berlangsung sengit dan dramatis.
Cavaliers harus memenangkan seri tujuh pertandingan melawan Toronto Raptors di putaran pertama dan mengalahkan Detroit Pistons di semifinal. Sayangnya, mereka dengan cepat disapu bersih 4-0 oleh New York Knicks di Final Wilayah Timur. Pada akhirnya, Knicks kemudian menjadi juara NBA tahun 2026.


