Asosiasi Tenis Indonesia (PP Pelti) secara resmi memperkenalkan Liga Tenis Indonesia (L2) 2026 sebagai upaya besar untuk membantu pertumbuhan pemain tenis nasional

3 Agustus 2026(diperbarui 29 Agustus 2026)
Asosiasi Tenis Indonesia (PP Pelti) secara resmi memperkenalkan Liga Tenis Indonesia (L2) 2026 sebagai upaya besar untuk membantu pertumbuhan pemain tenis nasional

Nobarsport.com Acara peluncuran resmi diadakan di Lapangan Tenis Bojana Bea Cukai di Rawamangun, Jakarta Timur, pada Senin, 3 Agustus.

H. Anton Sukartono Suratto, Wakil Ketua PP Pelti, hadir dalam acara tersebut. Sekitar 100 pemain tenis dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti putaran pertama kompetisi. Para atlet ini berasal dari daerah seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Papua, dan lainnya. Mereka menunjukkan antusiasme yang besar terhadap acara ini, yang kini termasuk dalam rencana pembangunan nasional.

Andi Fajar Asti, Sekretaris Jenderal PP Pelti, menyebutkan bahwa Liga Tenis Indonesia merupakan perluasan dari Pro Tennis Master League sebelumnya.

Ia menjelaskan bahwa kompetisi ini menawarkan peluang pengembangan berkelanjutan bagi pemain senior, membantu mereka tetap aktif dan kompetitif sepanjang tahun.

"Kami memulai Liga Tenis Indonesia sebagai platform pengembangan bagi atlet senior," katanya.

"Tujuan kami adalah membantu mereka mempertahankan daya saing mereka setelah mereka keluar dari kategori junior. Dengan lima putaran yang diadakan sepanjang tahun, kami dapat secara konsisten menilai kinerja pemain, bukan hanya berdasarkan hasil satu turnamen. Sistem ini penting untuk menentukan peringkat nasional dan penting untuk persiapan kami menyambut Pekan Olahraga Nasional 2028."

Ia juga menambahkan bahwa poin yang diperoleh di setiap putaran akan membantu menentukan peringkat nasional, yang akan digunakan untuk memandu proses penentuan unggulan dan mempersiapkan pemain untuk kualifikasi PON.

"Peringkat nasional seharusnya tidak hanya berdasarkan hasil satu turnamen," lanjutnya.

"Kami memperkenalkan format liga untuk menilai kemampuan atlet secara keseluruhan. Semakin konsisten kinerja pemain di setiap putaran, semakin akurat evaluasi kami terhadap kemampuan mereka. Sistem peringkat ini sangat penting untuk persiapan kami menyambut Pekan Olahraga Nasional 2028."

Liga Tenis Indonesia 2026 akan terdiri dari lima putaran: Seri I dari 3 hingga 9 Agustus, Seri II dari 12 hingga 17 Oktober, Seri III dari 9 hingga 14 November, Seri IV dari 20 hingga 26 Desember, dan Seri Masters, yang akan berlangsung pada 27 Desember 2026.


Untuk mendukung pengembangan pemain, PP Pelti telah mengalokasikan total hadiah sebesar Rp 250 juta.

“Tujuan utama kami bukan hanya untuk menyediakan hadiah uang tetapi juga untuk memberi atlet kesempatan untuk berkompetisi di tingkat internasional,” kata Andi.


“Banyak pemain berbakat menghadapi tantangan finansial. Untuk membantu mereka, PP Pelti akan mendukung partisipasi mereka dalam acara ITF, yang akan memberi mereka lebih banyak pengalaman dan membantu meningkatkan peringkat internasional mereka.”

Untuk mengurangi biaya bagi peserta, PP Pelti telah memutuskan untuk mengadakan semua putaran di Jakarta.

Keputusan ini diharapkan dapat menurunkan biaya perjalanan dan akomodasi, sehingga memudahkan pemain dari berbagai daerah untuk berpartisipasi dalam semua putaran.

Ke depan, PP Pelti bertujuan untuk meningkatkan jumlah putaran di Liga Tenis Indonesia, sehingga memperkuat jadwal kompetisi nasional.

Dengan lebih banyak acara, pengembangan dan pembaharuan talenta tenis Indonesia diharapkan akan tumbuh, sehingga lebih mempersiapkan negara untuk kompetisi nasional dan internasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PGA) 2028 dan turnamen internasional lainnya.


Artikel Terkait

Asosiasi Tenis Indonesia (PP Pelti) secara resmi memperkenalkan Liga Tenis Indonesia (L2) 2026 sebagai upaya besar untuk membantu pertumbuhan pemain tenis nasional