Air Mata Neymar! Resmi Pensiun dari Timnas Brasil usai Tersingkir di Piala Dunia 2026

Neymar baru saja membuat pengumuman penting. Pemain tim nasional Brasil tersebut secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari Seleção setelah kekalahan 1–2 Brasil dari Norwegia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Senin, 6 Juli.
Sebelumnya pada hari itu, Brasil menghadapi Norwegia dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan tersebut menjadi ujian krusial bagi tim yang berambisi melaju lebih jauh dalam turnamen ini.
Meskipun mendominasi sebagian besar jalannya pertandingan, Brasil kesulitan mengonversi peluang menjadi gol. Erling Haaland dari Norwegia mencetak dua gol di babak kedua, membawa timnya unggul. Neymar sempat berupaya mengubah hasil pertandingan dengan mencetak gol melalui penalti pada menit ke-100, yang mengubah skor menjadi 1–2.
Namun, Brasil gagal mencetak gol tambahan di sisa waktu pertandingan.
Akibatnya, kiprah mereka di Piala Dunia 2026 harus berakhir dengan kekalahan di babak 16 besar.
Akhir yang Masih Membanggakan
Sesaat setelah peluit akhir dibunyikan, penyerang berusia 34 tahun itu terlihat menangis sembari jatuh terduduk di lapangan. Rekan-rekan setimnya segera menghampirinya untuk memberikan penghiburan dan dukungan di tengah momen yang emosional tersebut. Usai pertandingan, Neymar mengumumkan bahwa laga di Stadion MetLife, New Jersey, itu merupakan penampilan terakhirnya bagi tim nasional.
"Saya sudah berusaha. Saya benar-benar telah berusaha. Semuanya bermula di Stadion MetLife, dan di sini pula semuanya berakhir. Kini, semuanya telah usai," ujar Neymar kepada awak media.
Meskipun Neymar telah resmi pensiun dari tim nasional Brasil, perjalanan kariernya bersama Seleção berakhir dengan cara yang layak dan membanggakan.
Neymar menjalani debut seniornya bersama Brasil pada tahun 2010, setahun setelah memulai karier profesionalnya di Santos FC pada tahun 2009. Selama membela Seleção, ia turut mengantarkan Brasil meraih medali emas Olimpiade pada tahun 2016, sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah sepak bola Brasil. Ia menutup karier internasionalnya sebagai pencetak gol terbanyak Brasil, dengan torehan 80 gol dari 130 pertandingan. Namun, ia tidak berhasil memenangkan turnamen besar bersama tim nasional, baik itu Copa América maupun Piala Dunia.


